• Senin, 26 September 2022

Bagaimana Hukum Berkurban Sudah Meninggal ? Begini Penjelasannya

- Kamis, 23 Juni 2022 | 13:45 WIB
Bagaimana Hukum Berkurban Sudah Meninggal ? Begini Penjelasannya  (Bonsernews.com/Pixabay)
Bagaimana Hukum Berkurban Sudah Meninggal ? Begini Penjelasannya (Bonsernews.com/Pixabay)

"Bismillah, wahai Allah! Terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari umat Muhammad." (HR. Muslim)

Kedua, menyembelih kurban yang disebabkan tuntunan wasiat yang disampaikan sebelum seseorang meninggal dunia.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 181 yang artinya:

"Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Jika orang yang telah meninggal itu meninggalkan suatu wasiat, maka orang yang menerima wasiat tersebut harus melaksanakannya dan seluruh dagingnya harus disedekahkan kepada fakir miskin.

Ketiga, berkurban untuk orang yang sudah meninggal sebagai sedekah terpisah dari yang hidup maka ini juga diperbolehkan.

Imam Muhyiddin Syarf an-Nawawi dalam kitab Minhaj ath-Thalibin dengan tegas menyatakan tidak ada kurban untuk orang yang telah meninggal dunia kecuali semasa hidupnya pernah berwasiat.

"Tidak sah berkurban untuk orang lain (yang masih hidup) dengan tanpa seijinnya, dan tidak juga untuk orang yang telah meninggal dunia apabila ia tidak berwasiat untuk dikurbani" (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, Minhaj ath-Thalibin, Beirut-Dar al-Fikr, cet ke-1, 1425 H/2005 M, h. 321).

Setidaknya argumentasi yang dapat dikemukakan untuk menopang pendapat ini adalah bahwa kurban merupakan ibadah yang membutuhkan niat.

Oleh karena itu, niat orang yang berkurban mutlak diperlukan.

Halaman:

Editor: Bobby Rizkyanto

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Terkini

X