• Senin, 26 September 2022

Ekonomi Bandung Kembali Penggeliat, UKM Jadi Penyelamat Krisis Saat Pandemi

- Kamis, 18 November 2021 | 17:28 WIB
Tangkapan layar akun instagram @hm Farhan
Tangkapan layar akun instagram @hm Farhan

RIMBANEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendongkrak peningkatan realisasi pajak daerah dampak pandemi COVID-19 di tahun kedua. Terhitung per 31 Oktober, realisasi pajak di periode 2021 mencapai Rp1,340 triliun, atau setara 74 persen dari target sebesar Rp1,808 triliun. Bahkan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung memghitung ulang terkait potensi pajak daerah.

Mengingat, kondisi pandemi memberikan dampak cukup besar terhadap sektor ekonomi dan membuat sejumlah usaha terhenti.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem dapil Jabar 1, Muhammad Farhan menjelaskan, percepatan raihan mata pajak setelah dua tahun pandemi COVID-19 harus adil terutama pada wajib pajak sektor usaha yang gulung tikar akibat Pandemi COVID-19.

Baca Juga: Sinyal Ponsel Yana Terdeteksi Polisi di Cadas Pangeran dan 2 Anjing Pelacak di Libatkan Dalam Pencarian Yana

"Saya melihat walaupun perekonomian mulai menggeliat di kota Bandung, beberapa sektor perlu tetap diberi insentif. Pertama dan terutama sektor perdagangan retail eceran, khususnya para pedagang di semua pasar tradisional," ujar Farhan dalam keterangan persnya, Kamis 18 November 2021.

Bapenda mencatat, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB) merupakan mata pajak berkontribusi paling besar pada raihan pajak periode 2021. Kemudian disusul hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, penerangan jalan dan pajak air tanah. Untuk PBB, hingga akhir Oktober tercatat sudah masuk Rp457 miliar, sedangkan dari BPHTB mencapai Rp400 miliar.

Baca Juga: Hilang di Cadas Pangeran, Pencarian Yana Kembali Dilakukan Dengan Personil Gabungan

Farhan menilai, untuk sasaran pajak di periode berikutnya, pemasukan pajak dari sektor wisata di tengah longgarnya PPKM Jawa Bali, jadi lahan potensial.

"Walaupun retribusinya sudah banyak dikurangi, maka Pemkot bisa menambah insentif dengan memberikan fasilitas infrastruktur dan promosi tambahan untuk menyambut wisatawan yang mulai membanjiri kembali Kota Bandung," terangnya.

Halaman:

Editor: Erian Sandri

Tags

Terkini

X